Hidup kita sebagai manusia memang selalu ironis. Kalimat ini sering kali terdengar dari orang-orang yang kenyataannya jauh dari angannya. Pernyataan ‘selalu’ sebenarnya mungkin hanya tepat untuk sebagian orang saja. Disebut ‘mungkin’ karena hal ini relatif. Untuk beberapa orang yag lebih beruntung pernyataan itu tentu saja tidak berlaku.
Ironi adalah suatu keadaan dimana apa yang dikatakan atau diharapkan oleh seseorang (kelompok) tidak sesuai dengan keaadaan nyata (sebenarnya). Dengan kata lain yang terjadi bertentangan dengan apa yang diharapkan. Baik ketika apa yang benar-benar kita harapkan tidak terjadi ataupun ketika apa yang tidak kita harapkan justru datang pada kita, keduanya sama-sama tidak mengenakkan bahkan kadang kala membuat kita kecewa dan sakit hati.
Urusan hati paling rentan dengan hal ini bisa dijadikan contoh yang menarik. Acap kali ketika seseorang benar-benar mencintai atau menyayangi seseorang yang lain tetapi seseorang lain yang dimaksud hanya menyukainya setengah hati (hanya berpura-pura bahkan memanfaatkan/mempermainkan saja) atau bahkan tak menyukainya sama sekali dan justru mengharapkan orang yang lainnya lagi yang tak memiliki perasaan yang sama dengannya.
Orang yang tak memiliki kesempatan untuk dicintai begitu tulus seperti cinta ‘seseorang’ kepada ‘seseorang yang lain’ tersebut akan mengatakan betapa tidak bersyukurnya ‘seseorang yang lain’ itu. Tak banyak orang yang dianugerahi cinta yang begitu berkelimpahan dalam hidupnya seperti halnya dirinya, namun disia-siakan begitu saja. Akan tetapi bagi yang berada dipihak ‘seseorang yang lain’ akan mengatakan bahwa itu perasaan dia dan perasaan (cinta) tidak bisa dipaksakan. Kemungkinan besar bahkan akan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan orang kepadanya kepada ‘orang yang lainnya lagi’. Dan tentunya ‘orang yang lainnya lagi’ itu juga memiliki hak yang sama tentang perasaan, untuk tidak menyukainya.
Siapa yang salah?
Semua kembali kepada nurani masing-masing. Belajar berbesar hati untuk menerima kenyataan sepertinya adalah jalan terbaik untuk semua ini. Belajar untuk sedikit membuka hati (seperti lagu Armada Band) untuk orang yang berusaha mengerti dan menjadi teman kita menjalani hidup yang serba ironis ini. Mungkin dia bukan yang terbaik menurut hati kita, tak sempurna. Akan tetapi apakah kita tahu yang terbaik untuk kita menurut Tuhan? Tak usah jauh-jauh kesana, kembalikan pada diri kita, apakah kita ini sudah baik? Apakah kita sempurna?
Bersyukur juga hal yang perlu kita tanamkan dalam hidup kita. Apapun yang kita dapat cobalah untuk menerima dengan hati tulus. Mungkin saat ini kita belum beruntung, tetapi liahtlah ke luar, lebih banyak yang tingkat keberuntungannya jauh di bawah kita. Barangkali apa yang menjadi harapan kita tidak segera terkabul (bahkan tidak sama sekali), belajarlah untuk bersabar. Bukan Tuhan tak sayang kepada kita, tetapi kita diberi kesempatan untuk belajar ataupun berusaha lagi. Itu semua demi kebaikan kita juga. Tentu saja bersyukur ini juga kita wujudkan dengan tidak menyia-nyiakan apa yang kita miliki, juga kesempatan yang datang pada kita.
Hal yang perlu selalu kita ingat, jangan mengkambinghitamkan hidup. Ironis atau tidaknya tergantung dari mana kita memandangnya. Bersabar, berbesar hati, berusaha dan bersyukur akan mengobati kekecewaan yang mungkin sempat membuat kita terjatuh. Saat itu janganlah menyerah, akan selalu ada tangan terulur untuk membantumu berdiri tegar menentang kenyataan dengan seribu harapan.
Terimakasih untuk sepotong kata-kata indah yang diperuntuk bagi saya hari ini. It really motivates me to be strong!
Tuhan punya hadiah untukmu
Sebuah Cahaya untuk kegelapan
Sebuah rencana untuk hari esok
Sebuah jalan keluar untuk masalah
Sebuah kebahagiaan untuk kesedihan.
Dan aku punya hadiah untuk kamu hari ini
Sebuah doa dan harapan agar Yesus selalu menyertai setiap langkahmu
Tuhan menyertaimu...
Well ta..
BalasHapuskita harus melihat itu semua dengan bijak, sering hal-hal buruk terjadi berbarengan dengan kebaikan, tapi karena kita kurang bujak menyikapinya, jadilah yang keliatan cuma jeleknya aja. Andai saja kita mau melihatnya jauh lebih bijaksana, pasti semua punya tujuan baik yang ngga pernah kita sangka-sangka..
dan karena itu, dewasalah... :)